Waspada perdarahan pascasalinan

Kejadian ibu melahirkan merupakan suatu kejadian yang luar biasa dan penuh resiko, bahkan nyawa bisa lepas dari raga jika kita kurang waspada. Kali ini saya ingin memberikan sedikit pengertian tentang perdarahan pasca persalinan yang di dunia paramedis dikenal dengan istilah perdarahan pascasalin atau HPP (Hemorargia Post Partum). Apa yang dimaksud dengan perdarahan jenis ini dan siapa saja yang rentang terkena resikonya? Silahkan simak paparan singkat saya di bawa ini.

Secara definisi perdarahan ini dibagi menjadi dua kelompok yaitu perdarahan pascasalin primer dan perdarahan pascasalin sekunder. Perdarahan pascasalin primer terjadi dalam 24 jam pertama setelah persalinan, sementara perdarahan pascasalin sekunder adalah perdarahan pervaginam yang lebih banyak dari normal antara 24 jam hingga 12 minggu setelah persalinan.

Dari definisi diatas jelaslah bahwa perdarahan pascasalin dapat terjadi langsung setelah pasien melahirkan dalam waktu 24 jam, beberapa hari kemudian, bahkan setelah pasien pulang ke rumah. Itulah mengapa, pasien selalu mendapat jadwal kontrol kembali pasca bersalin. Setelah melahirkan, umumnya pasien juga akan dibekali pengetahuan untuk membedakan darah nifas yang normal terjadi setelah bersalin, dengan perdarahan pasca persalinan yang membahayakan. Contoh, jumlah darah nifas tidak banyak. Sementara pada perdarahan, darah yang keluar adalah darah segar dan kadang bergumpal-gumpal. Bila ada gejala seperti ini ditambah nyeri perut yang hebat, pasien diminta untuk segera kembali ke bidan anda atau tempat ibu melahirkan.

Waspada perdarahan pascasalinan

Faktor Predisposisi (faktor yang bisa mengakibatkan kejadian) (mohon maaf saya menyebut banyak istilah khusus kesehatan, walau tidak mengerti istilah tersebut tetapi saya berusaha untuk memberikan yang termudah dalam penjelasan ini)

  1. Kelainan implantasi dan pembentukan plasenta: plasenta previa, solution plasenta, plasenta akreta/inkreta/perkreta, kehamilan ektopik, mola hidatidosa
  2. Trauma saat kehamilan dan persalinan: episiotomi, persalinan pervaginam dengan instrumen (forsep di dasar panggul atau bagian tengah panggul), bekas SC atau histerektomi
  3. Volume darah ibu yang minimal, terutama pada ibu yang kurang berat badannya, preeklampsia berat/eklampsia, sepsis atau gagal ginjal
  4. Gangguan koogulasi (Kelainan pembekuan darah)
  5. Pada atonia uteri – yaitu keadaan dimana uterus (rahim) gagal untuk berkontraksi dan mengecil sesudah janin keluar dari rahim, penyebabnya antara lain uterus overdistensi (makrosomia, kehamilan kembar, hidramnion atau bekuan darah), induksi persalinan, penggunaan agen anestetik (agen halogen atau anastetik dengan hipotensi), persalinan lama, korioamnionitis, persalinan terlalu cepat dan riwayat atonia uteri sebelumnya

Berikut tabel penyebab pascasalin serta gejalah yang timbul dan tanda-tanda sebelum kejadian

Penyebab yang harus dipikirkan Gejala dan tanda-tandanya
Atonio uteri
  • perdarahan segera setelah anak lahir
  • uterus tidak berkontraksi atau lembek
Retensio plasenta
  • plasenta belum dilahirkan dalam 30 menit setelah kelahiran bayi
Sisa plasenta
  • plasenta atau sebagian selaput (mengandung pembulu darah) tidak lengkap
  • perdarahan dapat muncul 6 – 10 hari pascasalin disertai subinvolusi uterus
Robekan jalan lahir
  • perdarahan segera
  • darah segar yang mengalis segera setelah bayi lahir
Ruptera uteri
  • perdarahan segera (perdarahan intraabdominal dan atau pervaginam)
  • nyeri perut yang hebat
  • kontraksi yang hilang
Inversio uteri
  • fundus uteri tidak teraba dan palpasi abdomen
  • lumen vagina terisi massa
  • nyeri ringan atau berat
Gangguan pembekuan darah
  • perdarahan tidak berhenti, encer, tidak terlihat gumpalan
  • kegagalan terbentuknya gumpalan pada uji pembekuan sederhana
  • terdapat faktor predisposisi: solusio plasenta, kematian janin dalam uterus, eklampsia dan eboli air ketuban

Setelah mengetahui macam-macam faktor juga tanda dan penyebab perdarahan pascasalin ini saya berharap ibu-ibu lebih memperhatikan darah yang keluar saat nifas agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dan yang pasti selalu konsultasikan dengan bidan anda jika menemukan sesuatu yang saya sebutkan diatas. Semoga tulisan singkat ini bermanfaat bagi ibu yang baru melahirkan dan jangan lupa ibu juga sudah harus mengerti apa yang harus dilakukan pada bayi setelah lahir

Waspada perdarahan pascasalinan. Post by: Dian Prawesty | 4.5
Tags:, ,

Categories: Persalinan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *