Apakah Aman PDP atau Positif COVID-19 Menyusui?

Pertanyaan Apakah Aman PDP atau Positif COVID-19 Menyusui? ini merupakan pertanyaan yang cukup sulit untuk dijawab, karena memang virus corona yang sekarang ini merupakan jenis baru dan secara pasti belum ada panduan khusus dari WHO. Walaupun selama ini ada beberapa petunjuk tetapi itu sifatnya adalah evaluasi artinya bukan petunjuk paten tetapi suatu saat bisa diperbarui.

Amankah PDP atau Positif COVID-19 Menyusui?

Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa air susu ibu adalah sumber nutrisi terbaik bagi bayi, termasuk bagi bayi yang ibunya terkonfirmasi positif COVID-19 atau masih dicurigai terinfeksi virus corona penyebab COVID-19, hal ini dikarenakan begitu penting dan bargusnya kandungan ASI.

ASI mengandung antibodi yang berguna untuk sistem ketahanan tubuh yang diperlukan untuk melindungi bayi dari penyakit, termasuk pernyakit saluran pernapasan. Nutrisi dalam ASI juga penting untuk menunjang pertumbuhan anak dan kesehatan anak di masa datang, termasuk mencegah obesitas dan penyakit non infeksi lainnya.

Fungsi dan manfaat ASI

Melindungi Bayi Dari Kuman

Saluran cerna bayi mulai dihuni oleh bakteri beberapa jam setelah lahir. Pemberian ASI eksklusif membuat saluran cerna bayi dihuni oleh bakteri baik. ASI juga mengandung protein yang berfungsi melindungi bayi dari infeksi kuman sehingga dapat mengurangi angka kematian bayi yang disebabkan oleh penyakit seperti radang paru-paru serta mempercepat proses penyembuhan.

Menyediakan Nutrisi Lengkap

ASI mampu memenuhi 100% kebutuhan bayi akan nutrisi sangat lengkap sampai bayi berusia 6 bulan. Kandungan dalam ASI meliputi air, karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, sel-sel darah putih, enzim, dan asam amino. Selain tidak memerlukan tambahan makanan, kandungan ASI tersebut juga bermanfaat untuk mencegah anak terkena penyakit asma, obesitas, diabetes, hingga penyakit kardiovaskular saat dewasa.

Jaminan Asupan Higienis dan Aman

Menyusui ASI secara langsung dan eksklusif menjamin kehigienisan (kebersihan) asupan yang dikonsumsi bayi, khususnya dalam keadaan darurat. Berbeda dengan susu formula yang diproduksi di pabrik dan memiliki rantai distribusi yang panjang, serta rentan tercemar oleh bakteri dari air dan botol susu yang tidak bersih, ASI aman dikonsumsi secara langsung. Untuk ASI perah, ibu perlu memperhatikan standar kebersihan alat dan cara penyimpanan agar tetap layak minum.

Biasanya untuk ASI perah penyimpanannya didalam pendingin dibawa nol derajad celsius sampai beku dalam suatu wadah yang tidak mudah mencemari ASI sendiri, saya anjurkan wadahnya terbuat dari kaca dan pengalaman waktu saya memberikan ASI saya lihat di toko online banyak tersedia botol penyimpan ASI perah ini yang terbuat dari kaca.

Membuat Bayi Tumbuh Sehat dan Cerdas

Dalam ASI, terkandung asam lemak yang penting manfaatnya bagi perkembangan otak. Selain itu, ASI juga dapat membantu perkembangan sensorik dan kognitif pada bayi. Pemberian ASI eksklusif sangat penting pada 6 bulan pertama karena perkembangan otak anak terjadi paling pesat pada 5 tahun pertama hidupnya. Pemberian ASI ini akan lebih bagus lagi jika dilanjut sampai umur 2 tahun.

Mencegah Diare dan Malnutrisi

Bayi yang baru lahir rentan tertular penyakit karena sistem kekebalan tubuhnya belum sempurna. Pemberian ASI eksklusif akan menghindarkan bayi dari penyakit yang berkaitan dengan kondisi kebersihan seperti diare, maupun mencukupi bayi dengan nutrisi-nutrisi penting sehingga terhindar dari malnutrisi atau kekurangan gizi.

Memperkuat Ikatan (bonding)

Menurut penelitian, ibu yang menyusui ASI secara langsung lebih sensitif terhadap isyarat bayinya. Ibu menyusui juga cenderung lebih sering menyentuh, membelai, dan menatap bayinya lebih lama sehingga bonding antara ibu dan bayi lebih erat. Kedekatan ibu-anak ini kelak bermanfaat bagi pembentukan karakter anak ketika dewasa.

Mengurangi Risiko Kanker

Manfaat ASI eksklusif bagi ibu menyusui salah satunya adalah mengurangi risiko terkena kanker rahim dan kanker payudara. Dengan menyusui, sel-sel payudara rutin memproduksi ASI sehingga kecil kemungkinan untuk terjadi penyimpangan kinerja sel.

Ibu menyusui juga memiliki kadar hormon estrogen yang lebih rendah akibat berkurangnya frekuensi menstruasi. Estrogen adalah salah satu pemicu kanker, sehingga menyusui ASI dapat memperkecil ibu menyusui terkena kanker payudara juga kanker rahim.

Membantu Memberi Jarak Pada Kelahiran

Menyusui ASI secara eksklusif ternyata mampu menjadi metode kontrasepsi alami. Saat bayi menghisap puting, hormon yang mengatur keluarnya ASI akan menekan produksi hormon yang mengatur ovulasi (pelepasan sel telur).

Akibatnya, kesuburan ibu untuk sementara tidak kembali. Jika ibu belum menstruasi dan bayi hanya diberi ASI saja secara langsung, maka setidaknya selama enam bulan setelah melahirkan ibu tidak akan hamil kembali.

Menghemat Biaya

Dengan menyusui ASI eksklusif, ibu tidak perlu membeli susu formula dan perlengkapan menyusui seperti plastik ASI, pumping dan botol pumping bagi ibu bekerja. Manfaat ini dapat dirasakan secara langsung maupun secara jangka panjang pada keuangan keluarga.

Menjaga Lingkungan

Berbeda dengan susu formula, ASI tidak memerlukan kemasan sehingga tidak berkontribusi terhadap jumlah sampah di bumi. Secara tidak langsung, menyusui eksklusif turut membantu melestarikan lingkungan.

Petunjuk pemberian ASI bagi PDP dan postif COVID-19

Badan Kesehatan Dunia, WHO pun dalam panduan yang diberikan menyatakan seorang ibu yang yang positif COVID-19 tetap bisa memberi ASI pada bayinya dengan melakukan tindakan pencegahan yang diperlukan.

Ini berdasarkan riset terbatas yang dilakukan di Wuhan, Tiongkok, peneliti yang memeriksa ASI pertama dari enam ibu yang saat hamil terinfeksi COVID-19. Dari seluruh ASI yang diperiksa ternyata hasilnya negatif alias tidak ditemukan infeksi virus corona SARs-CoV. Masih diperlukan penelitian lanjutan, tapi sejauh ini, penelitian itu membuat WHO memberi lampu hijau.

Meski tidak menular lewat ASI, risiko penularan tetap ada dari saluran pernapasan ibu. Karena itu diperlukan cara pencegahan sebagai berikut:

  1. Cegah penularan dengan mengenakan masker yang menutupi hidung dan mulut. Masker harus yang tidak tembus virus.
  2. Mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir selama 20 detik sebelum dan setelah menyentuh bayi.
  3. Secara rutin membersihkan dan menyucihamakan permukaan benda-benda yang disentuh.
  4. jika memungkinkan bisa diperah dan diberikan bayi secara terpisah, tetapi ini pilihan sulit karena biasanya ibu yang habis melahirkan masih susah untuk mengeluarkan ASI sehangga perlu dirangsang dengan hisapan bayi.

ASI ekslusif sangat penting bagi ibu dan bayi, karena itu meski ibu positif COVID-19, membiarkan kontak kulit dan kulit antara ibu dan bayi, seperti menyentuh dan menggendong bayi, tetap disarankan selama ibu cukup sehat, kuat, dan dapat melakukan tindakan pencegah tadi.

Tapi jika ibu terlalu sakit sehingga tidak mampu menyusui, ASI bisa diganti dengan alternatif susu seperti ASI dari donor atau sesuai rekomendasi dokter.

Tags:,

Categories: Ibu dan Anak, Persalinan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *