Tips dan Panduan Olahraga untuk Ibu Hamil

Menyambung dengan artikel saya kemarin yaitu 6 mitos olah raga bagi wanita hamil, disini saya lebih menjelaskan bahwa berbagai latihan atau olahraga yang tepat dan benar merupakan kunci utama memiliki kehamilan yang sehat, tubuh yang sehat serta kebahagiaan. Berbagai program latihan atau olahraga harus mendapatkan prioritas yang sangat tinggi bersama dengan makanan yang penuh gizi, vitamin dan mineral saat kehamilan. Selain itu, prioritas yang juga tidak boleh anda lupakan adalah tidur dan beristirahat.

Sebagai seorang yang hamil baru pertama kali, mungkin anda merasa sedikit lebih bersemangat, namun perlu anda tahu bahwa tidak semua olahraga baik untuk ibu hamil sehingga mereka harus pandai-pandai dalam memilah dan mengetahui manfaat serta efeknya. Oleh karena itu dibawa ini akan saya jelaskan mana olahragah yang baik dan tidak baik bagi ibu hamil.

Tip dan Panduan Olahraga untuk Ibu HamilSeorang wanita harus aktif secara fisik untuk mencegah agar berat tubuhnya tidak melambung terlalu tinggi serta untuk menjaga kesehatan jantung dan menghindari diabetes gestasional yang dapat berbahaya selain itu, tekanan darah tinggi atau ekamsia juga bisa dicegah dengan melakukan olahraga secara rutin dan benar. Beberapa ahli mengatakan bahwa wanita yang berolahraga secara rutin selama kehamilan biasanya lebih sehat secara fisik sehingga bisa melahirkan dengan lebih mudah.

Program olahraga

Perlu anda ketahui bahwa tidak semua olahraga bisa dilakukan kapan saja atau di mana saja. Anda juga harus mengenal beberapa resiko persalinan prematur, masalah jantung dan lain-lain. Dan beberapa wanita hamil yang melakukan olahraga mungkin harus berada dibawah pengawasan medis yang ketat agar mereka tidak melakukan hal-hal fatal. Jadi, pastikan anda menanyakan hal tersebut kepada dokter terlebih dahulu sebelum melakukan olahraga. Jika dokter anda mengatakan anda boleh berolahraga, makalah olahraga seperti berenang, berjalan, mengangkat beban yang ringan, melakukan peregangan dan melakukan olahraga aman lainnya yang tidak melibatkan aktivitas meloncat atau berlari bisa lakukan.

Namun ingat, segala sesuatu yang berlebihan juga tidak baik. Olahraga ringan seperti berjalan, berjalan cepat atau berenang apabila dilakukan secara berlebihan juga dapat mempengaruhi dan meningkatkan resiko kehamilan.

Sedikit tips untuk anda yang tidak pernah berolahraga selama ini, tidak ada kata terlambat untuk berolahraga. Sekalipun ada tidak pernah melakukannya sebelum hamil, anda tetap dianjurkan untuk melakukannya saat kehamilan berlangsung. Namun ingatlah untuk selalu memulai dengan pemanasan dan peregangan, lakukan peningkatan secara perlahan dan jangan pernah memaksakan diri saat anda baru pertama kali mulai.

A. Berjalan

Berjalan adalah olahraga yang paling dianjurkan untuk ibu hamil, olahraga ini murah dan tanpa biaya serta tidak banyak menyita waktu. Ahli kesehatan menyarankan ibu hamil untuk berjalan setidaknya 30 menit setiap hari. Olahraga berjalan yang dilakukan bisa dengan intensitas sedang atau cepat seperti jalan cepat.

B. Bersepeda

Bersepeda yang dimaksud bukan bersepeda seperti pada umumnya, melainkan menggunakan sepeda statis yang aman. Sama halnya seperti berjalan, bersepeda statis di pusat pusat kebugaran seperti gym akan sangat membantu.

C. Berenang

Olahraga lain yang aman untuk ibu hamil adalah berenang. Olah raga ini akan membantu anda memperkuat otot serta melatih pernafasan. Selain itu, tentu saja berenang sangat aman untuk ibu hamil.

Selalu Waspadai Bahaya Olahraga

Apabila denyut jantung anda meningkat dengan sangat signifikan saat melakukan olahraga, anda harus beristirahat. Latihan seperti aerobik dapat memperkuat jantung dan paru-paru. Apabila dilakukan terlalu intens, aerobik tidak dianjurkan untuk ibu hamil. Pastikan anda memilih jenis aerobik yang benar-benar diformulasikan untuk ibu hamil.

Wanita hamil dianjurkan untuk beristirahat setiap 10 atau 15 menit saat mereka berolahraga. Apabila beberapa gejala berikut ini muncul, anda diharuskan meminta bantuan tenaga medis atau dokter. Diantaranya adalah, sesak nafas, pusing, sakit kepala yang berat, nyeri pada dada, otot yang melemah, apabila terjadi kontraksi atau kram pada perut bagian bawah yaitu sebagai tanda-tanda persalinan prematur, apabila terdapat pendarahan pada vagina, penurunan gerakan janin, dan cairan ketuban yang bocor.

Jenis olahraga yang harus dihindari ibu hamil

  • Sepak bola
  • Berlari
  • Tenis Meja
  • Tenis
  • Basket
  • Melompat
  • Loncat Tinggi
  • Bersepeda
  • Voli, dan beberapa olahraga berbahaya lainnya yang dapat menyebabkan resiko cedera atau terjatuh.

Demikian beberapa program olah raga bagi ibu hamil dan juga beberapa bentuk olah raga yang sebaiknya dihindari oleh ibu hamil, terutama pada trimester satu. Tidak lupa saya tetap menyarankan kepada anda untuk selalu berkonsultasi kepada bidan anda atau dokter sepesialis kandungan anda, karena bagaimanapun mereka yang bersentuhan dengan anda adalah orang yang lebih berkompeten terhadap kandungan anda. Saya juga tetap menyarankan untuk bahan bacaan silahkan baca buku hamil cerdas

Tips dan Panduan Olahraga untuk Ibu Hamil. Post by: Dian Prawesty | 4.5
Tags:, , ,

Categories: Berbagi pengalaman, Kehamilan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *