Kenali Kehamilan Ektopik, Gejala dan Penanganannya

Kali ini saya membahas materi yang agak berat bagi kebanyakan ibu hamil yaitu ehamilan ektopik, materi ini bukan untuk pamer pengetahuan tetapi untuk pengertian bersama sehingga menambah wawasan bersama serta keselamatan dan kebaikan bersama. Kehamilan ektopik adalah kehamilan di luar rahim (uterus). Kehamilan ektopik terjadi ketika sel telur yang telah dibuahi, menempel di luar rahim. Biasanya kondisi ini terdeteksi pada usia kehamilan 6–8 minggu.

Kenali Kehamilan Ektopik, Gejala dan Penanganannya

Kondisi ini dapat menyebabkan nyeri panggul, perdarahan hebat, dan keguguran karena janin tidak akan bisa berkembang. Jika tidak segera ditangani dapat menyebabkan kerusakan organ hingga kematian. Pada kehamilan normal, sel telur yang sudah dibuahi akan menempel pada dinding rahim (baca “Kehamilan dan mesteri yang ada didalamnya“). Namun pada kondisi hamil di luar kandungan, sel telur menempel di organ-organ lain.

Tanda umum

Pada kehamilan ektopik, sel telur tidak dapat berpindah ke rahim, oleh karena itu perlu bantuan medis untuk dikeluarkan. Untuk mengobatinya, bisa dilakukan pengobatan atau operasi tergantung situasinya. Jika ibu diberi obat, kemungkinan besar itu adalah metotreksat. Metotreksat, sebelumnya dikenal dengan nama ametopterin, adalah agen kemoterapi dan obat imunosupresif. Obat ini dipakai untuk menangani kanker payudara, leukemia, kanker paru-paru, limfoma, osteosarkoma, penyakit autoimun, kehamilan ektopik, dan untuk aborsi secara medis. (wikipedia)

Sangat penting untuk segera mencari pertolongan medis jika kamu curiga mengalami kehamilan ektopik. Berikut adalah tanda peringatan utama yang harus diperhatikan:

  • Nyeri di punggung bawah
  • Nyeri ringan di satu sisi panggul
  • Perdarahan vagina yang tidak normal
  • Nyeri pada bagian tengah perut atau panggul
  • Sakit bahu
  • Pusing atau merasa lemas

Penyebab

Meskipun belum diketahui secara pasti apa yang menyebabkan kehamilan ektopik, namun kondisi ini sering kali dikaitkan dengan kerusakan pada tuba falopi. Tuba falopi merupakan bagian dari sistem reproduksi wanita yang berperan penting dalam proses menstruasi dan pembuahan, yaitu saluran yang menghubungkan indung telur dan rahim.

Kerusakan tuba falopi dapat disebabkan oleh:

  • Faktor genetik.
  • Bawaan lahir.
  • Ketidakseimbangan hormon.
  • Peradangan akibat infeksi atau prosedur medis.
  • Perkembangan organ reproduksi yang tidak normal.

Faktor Risiko terkena

Kehamilan ektopik dapat dialami oleh setiap wanita yang telah aktif berhubungan intim. Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya, yaitu:

  • Menggunakan alat kontrasepsi jenis spiral.
  • Berusia 35 tahun atau lebih saat hamil.
  • Pernah menjalani pengobatan terkait masalah kesuburan.
  • Memiliki kebiasaan merokok.
  • Memiliki riwayat radang panggul dan endometriosis.
  • Menderita penyakit menular seksual, seperti gonore dan chlamydia.
  • Mengalami kehamilan ektopik pada kehamilan sebelumnya.
  • Mengalami keguguran berulang
  • Pernah menjalani operasi pada area perut dan panggul.

Gejala yang timbul

Kehamilan ektopik cenderung tidak menunjukkan gejala pada tahap awal. Tanda awal kehamilan ektopik mirip dengan tanda kehamilan biasa seperti mual, payudara mengeras, dan menstruasi terhenti (baca “Perubahan fisiologi sistem genetalia saat kehamilan bagian 1“). Sedangkan pada tahap lanjut, ada beberapa gejala yang sering dirasakan penderita, yaitu nyeri perut dan perdarahan dari vagina. Gejala-gejala tersebut akan terasa semakin parah seiring waktu.

Pencegahan

Sampai sekarang menurut beberapa ahli kehamilan ektopik tidak bisa dicegah, tetapi risiko untuk mengalami kondisi ini dapat diturunkan. Ada sejumlah cara yang bisa dilakukan, di antaranya:

  • Hindari perilaku seks yang berisiko, misalnya bergonta-ganti pasangan seks dengan tidak menggunakan kondom.
  • Hindari merokok, sejak sebelum hamil.
  • Ibu hamil juga dianjurkan untuk melakukan tes darah dan USG rutin. Selain untuk memantau perkembangan kehamilan, pemeriksaan rutin dapat mendeteksi lebih awal, sehingga bisa segera ditangani.

Demikian tulisan singkat ini mengenai Kehamilan Ektopik, Gejala dan Penanganannya, semoga tulisan ini bisa bermanfaat untuk kita semua sehingga kita bisa sedikit mengurangi resiko terjadinya hal ini pada pasangat kita. Jangan lupa selalu konsultasi dengan dokter kandungan atau dengan bidan anda jika ada sesuatu yang aneh selama masa kehamilan ibu.

Tags:, , , ,

Categories: Kehamilan

Leave a Reply

Your email address will not be published.