Ini 8 Penyebab Keguguran Alami yang Umum Terjadi

Kita ketahui bersama bahwa keguguran merupakan gangguan kehamilan yang menyebabkan bayi dalam kandungan berhenti tumbuh dan berkembang. Banyak penyebab wanita mengalami keguguran diantaranya kalau kita mengutip WebMD yaitu sebanyak 50 persen kehamilan berakhir dengan keguguran dan paling sering sebelum wanita telat haid atau mengetahui bahwa dirinya hamil. Lebih dari 80 persen keguguran terjadi pada 3 bulan pertama kehamilan. Selanjutnya potensi keguguran akan menurun setelah usia kehamilan 20 minggu. Namun jika keguguran terjadi pada usia kehamilan tersebut, maka dokter menyebutnya sebagai keguguran terlambat atau tertunda.

Gejala Keguguran

Ada beberapa gejala keguguran yang akan ibu hamil rasakan jika mengalami keguguran. Gejala-gejala tersebut sangat banyak sehingga kadangkala kita tidak perhatian dengan gejala tersebut, seperti:

  • Pendarahan yang berlangsung dari ringan menjadi berat
  • Kram parah
  • Sakit perut ini biasanya masih berhubungan dengan kondisi kram perut
  • Lemah maksudnya adalah badan terasa lemah tak berdaya seperti tenaga habis
  • Sakit punggung yang parah
  • Demam yang diikuti dengan salah satu gejala yang disebutkan sebelumnya
  • Keluarnya lendir merah muda
  • Terjadi kontraksi
  • Adanya jaringan yang terlihat seperti gumpalan darah keluar dari vagina

Apabila ibu hamil mengalami gejala-gejala tersebut, maka sebaiknya menghubungi dokter untuk mendapat perawatan.

8 Penyebab Keguguran Alami yang Umum Terjadi

Penyebab keguguran pada ibu hamil

Dalam beberapa kasus, penyebab keguguran sulit untuk ditentukan, terutama jika terjadi begitu dini. Meski begitu, American Pregnancy Association (APA) menyebutkan bahwa penyebab keguguran yang paling umum adalah kelainan genetik atau kromosom pada embrio. Meski demikian, ada faktor lain yang juga bisa menjadi penyebab keguguran, berikut ini delapan penyebab keguguran pada ibu hamil:

Kelainan kromosom

Dari sumber referensi yang kami baca ada sekitar 70 persen keguguran pada trimester pertama dan 20 persen pada trimester kedua terjadi karena kelainan pada kromosom atau genetik pada janin. Selama masa pembuahan, sperma dan sel telur masing-masing menyatukan 23 kromosom dan membelah hingga berpasang-pasangan. Proses ini terjadi dengan sangat rumit. Sehingga bila ada kesalahan kecil, maka dapat menyebabkan kelainan pada kromosom.

Keguguran yang disebabkan kelainan kromosom ini akan lebih sering terjadi dan dialami oleh wanita berusia lebih dari 35 tahun. Itu karena sel telur dalam tubuh wanita usia tersebut sudah tua. Dr. Stephanie Zobel, MD, seorang OBGYN dari Winnie Palmer Hospital mengatakan¬†“Semua sel telur yang dimiliki wanita sudah ada sejak lahir, dan sel telur itu menua bersamanya”. Menurutnya, usia ayah mungkin juga bisa memainkan peran yang sama. Namun, dia melihat risiko keguguran pada wanita di bawah usia 20 tahun hanya sekitar 12-15 persen dan berlipat ganda saat mendekati usia 40 tahun. Keguguran yang terjadi karena kelainan kromosom pun tak bisa dicegah. “Begitu keguguran mulai terjadi, tidak ada yang bisa dilakukan untuk menghentikannya,” kata Dr. Stephanie Zobel, MD.

Gangguan tiroid

Gangguan tiroid baik itu tiroid yang terlalu rendah (hipotiroidisme) ataupun terlalu tinggi (hipertiroidisme), bisa menyebabkan masalah infertilitas atau menyebabkan keguguran berulang. Dalam kasus di mana fungsi tiroid wanita rendah, maka tubuhnya akan mengimbangi hal tersebut dengan memproduksi hormon yang sebenarnya dapat menekan ovulasi. Sebaliknya, jika tiroid terlalu tinggi maka hormon yang dihasilkan dapat mengganggu estrogen untuk melakukan tugasnya ini membuat rahim tidak nyaman untuk implantasi atau menyebabkan perdarahan uterus abnormal.

Diabetes

Banyak ahli mengatakan bahwa wanita yang mengidap diabetes butuh perawatan khusus dari dokter atau ahli endokrinologi untuk mengoptimalkan kontrol gula mereka. Sebab jika diabetes ketergantungan insulin tidak terkontrol pada trimester pertama, bisa menyebabkan peningkatan angka keguguran dan risiko cacat lahir yang lebih besar, Bunda.

Komplikasi fisik

Penyebab keguguran karena komplikasi fisik pada ibu biasanya terjadi pada trimester kedua atau ketiga. Meski demikian, penyebab keguguran ini kurang umum. Beberapa contoh komplikasi fisik, di antaranya wanita yang terlahir dengan septum atau kelainan uterus yang tidak biasa dan menyebabkan keguguran, wanita yang mungkin mengembangkan jaringan parut di rahim akibat operasi atau aborsi kedua kalinya lantaran jaringan ini bisa mencegah sel telur tertanam dengan baik dan bisa menghambat aliran darah ke plasenta.

Ketidakseimbangan hormon

Terkadang, tubuh wanita mengalami ketidakseimbangan hormon atau tidak menghasilkan cukup hormon progesteron. Padahal hormon ini diperlukan untuk membantu mempertahankan kehamilan. untuk mengatasi kondisi ini disarankan ibu hamil datang ke dokter ahli hormon, tetapi memang sangat jarang atau bisa dikatakan tidak tersedia disemua kota tetapi silahkn browsing kemungkinan besar di Jakarta ada dokter ahli hormon ini.

Gaya hidup tidak sehat

Kebiasaan gaya hidup yang tidak sehat, seperti mengonsumsi obat-obatan terlarang atau minuman alkohol, dan merokok selama kehamilan bisa menyebabkan keguguran dini, bahkan pada trimester akhir. Untuk itu, penting untuk mengoptimalkan kesehatan menjelang kehamilan demi mengurangi risiko keguguran. Memang sangat tidak bagus jika sedang hamil tetapi gaya hidup tidak sehat, banyak kita baca di bungkus rokok bahkan di minuman beralkohol juga disebutkan bahwa ini tidak baik untuk ibu hamil

Gangguan autoimun

Beberapa penelitian menemukan bahwa ada antibodi tertentu yang bisa menjadi salah satu penyebab dari keguguran. Ini karena antibodi antifosfolipid yang ada dalam tubuh wanita. Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists, gangguan autoimun tertentu pada wanita bisa menyebabkan keguguran, terutama keguguran berulang.

Cara paling sederhana untuk memahaminya adalah mengetahui bahwa ‘tubuh tidak menerima kehamilan’. Hingga 5 persen wanita yang memiliki antibodi ini bisa mengalami keguguran berulang, lebih dari tiga keguguran spontan, kematian janin tanpa alasan setelah 10 minggu, atau kelahiran prematur sebelum 34 minggu.

Penyakit kronis

Penyakit kronis yang mungkin terkait dengan keguguran berulang, yakni pada jantung, ginjal, dan hati. Jika seorang wanita memiliki penyakit kronis, maka carilah dokter kandungan yang berpengalaman untuk membantu mengontrol kondisi kesehatan selama kehamilan, untuk setiap datang ke dokter penyakit yang sedang diderita tetap berkonsultasi dengan dokter kandungan agar pemberian obat bisa dikontrol dan tidak membahayakan bagi janin yang dikandung

Demikian tulisan ini semoga bermanfaat, memang banyak penyebab yang belum kita ketahui tetapi setidaknya 8 faktor penyebab keguguran yang kami tuliskan ini bisa menjadi tambahan pengetahuan yang selanjutnya bisa mengantisipasi kejadian keguguran pada ibu hamil.

Tags:, , , ,

Categories: Berbagi pengalaman, Kehamilan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *