Tips Cara Mengatasi Perut Kembung pada Bayi

Perut kembung memang bisa terjadi pada siapa saja tidak terkecuali perut kembung pada bayi kita, pengalaman saya selama merawat bayi adalah perut kembung habis minum ASI tetapi lupa disendawakan. Pada saluran pencernaan memang terdapat gas atau udara, akan tetapi akan jadi masalah jika gas didalamnya berlebih. Jika ini terjadi pada anak yang lebih besar atau orang dewasa, gas tersebut dapat dengan mudah dikeluarkan. Lain kata jika terjadi pada bayi, sebagian tidak dapat dengan mudah mengeluarkan gas dari dalam perutnya dan membutuhkan bantuan untuk mengeluarkannya.

Ini adalah salah satu tanda perut kembung pada bayi adalah bayi mulai rewel dan menangis tanpa alasan yang jelas. Jika hal itu terjadi, cobalah untuk memeriksa bagian perutnya. Jika perut bayi terasa agak keras, dan beberapa kali buang angin, ini tandanya bayi mengalami perut kembung.

Selain rewel dan menangis, perhatikan pula gerakan bayi. Jika dia sering menggeliat dan melengkungkan punggungnya ke belakang, serta mengangkat kedua kakinya, bisa menjadi pertanda bahwa dia sedang merasakan kembung.

Tips Cara Mengatasi Perut Kembung pada Bayi

Bayi sering mengalami perut kembung saat berusia 0-3 bulan serta 6-12 bulan. Pada usia 0-3 bulan, bayi kerap mengalami perut kembung karena saluran cernanya yang masih belum bekerja sempurna. Hampir semua bayi pernah mengalami kembung. Kembung terjadi ketika udara masuk ke dalam saluran pencernaan, seperti saat bayi sedang menyusu dan menelan udara.

Ada banyak sekali faktor atau penyebab perut kembung pada bayi diantaranya ada saya sebutkan dibawa ini tetapi ini bukan paten karena mungkin saja banyak penyebab lain yang tidak disebutkan disini, oleh karena itu saran saya tetap ibu konsultasi dengan dokter anak atau minimal dengan bidan anda agar bisa dilihat oleh orang yang mempunyai pengetahuan tentang itu.

Penyebab perut kembung pada bayi

  1. Menelan udara secara tidak sengaja : Bayi dapat menelan udara jika mereka salah melakukan pelekatan pada puting payudara, atau saat menghisap susu dari botol dengan posisi tertentu. Selain itu, bayi juga dapat menelan udara karena terlalu banyak mengoceh.
  2. Menangis terlalu berlebihan : Biasanya bayi juga cenderung menelan udara saat menangis, Bunda. Jika hal ini menjadi salah satu penyebabnya, bayi mungkin akan bersendawa sesaat setelah ia menangis. Terkadang sulit juga untuk menentukan kembung yang terjadi apakah karena tangisannya.
  3. Ada masalah pencernaan : Saat bayi mengalami sembelit, kembung juga bisa terjadi, Bunda. Meski hal ini jarang terjadi, kembung ini mungkin menandakan kondisi gastrointestinal, seperti halnya refluks. Silahkan ibu konsultasi kepada dokter anak, terutama jika kembung yang terjadi berakibat parah.
  4. Saluran pencernaan belum matang : Tubuh bayi dengan pencernaan yang belum matang masih belajar untuk mencerna makanan dengan baik, Bunda. Sehingga bayi akan lebih sering buang angin maupun sendawa daripada orang dewasa.
  5. Makanan baru : Pada bayi yang sudah mengonsumsi makanan pendamping ASI (MPASI), juga bisa menyebabkan kembung. Untuk beberapa bayi, sering mengalami kembung bisa jadi salah satu tanda kepekaannya pada makanan.

Cara Mengatasi Perut Kembung pada Bayi

Memang ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi perut kembung pada bayi, cara berikut bisa dilakukan salah satu dulu jika kembung sudah teratasi cara yang lain tidak diperlukan tetapi jika masih kembung boleh melakukan cara yang lain.

  • Usap-usap punggung dengan meletakkan bayi di atas kedua paha Anda dengan posisi perut menghadap ke bawah atau telungkup.
  • Meletakkan bayi di tempat tidur misal kasur dengan posisi tidur telentang. Selanjutnya mengangangkat¬† kedua kakinya dan menggerakkannya seperti sedang mengendarai sepeda. Gerakan ini dapat membantu mengeluarkan gas dari perut bayi.
  • Meletakkan bayi di tempat tidur misal kasur dengan posisi tidur telentang, selanjutnya memijat perut bayi secara perlahan dengan gerakan searah jarum jam, cara ini dapat dilakukan dengan posisi bayi tidur.
  • Memberikan susu pada bayi dengan posisi sedikit tegak, agar susu dapat secara perlahan dan lancar masuk ke dalam perut sehingga tidak menimbulkan masalah perut.
  • Memberikan susu pada bayi sebelum dia merasa lapar. Hal ini bisa meminimalkan kemungkinan perut kembung pada bayi akibat masuk angin. Karena saat bayi sudah menangis kelaparan, dia cenderung menelan angin lebih banyak bersamaan dengan makanannya.

Perut kembung pada bayi juga bisa menjadi tanda adanya masalah pencernaan yang serius, oleh karena itu jika bayi semakin rewel, sulit untuk buang air besar, muntah, atau bahkan demam, sebaiknya Anda langsung menghubungi dokter. Meskipun secara umum bayi kembung tidak berbahaya tetapi alangkah baiknya ibu konsultasi dengan dokter anak atau bidan anda agar bisa memberikan perlakuan yang tepat pada bayi anda dan tidak menimbulkan masalah dikemudian hari. Demikian tulisna ini semoga bermanfaat, Aamiin!

Tags:,

Categories: Berbagi pengalaman, Ibu dan Anak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *