Perubahan fisiologi sistem genetalia saat kehamilan bagian 2

Seperti yang saya janjikan kemarin di cerita saya tentang perubahan fisiologis sistem genetalia bagian satu bahwa cerita tersebut akan berlanjut dibagian 2. Perubahan fisiologis sistem genetalia saat kehamilan pada bagian 2 ini akan memperjelas tentang perubahan yang terjadi di sistem sirkulasi darah ibu dan sistem respiratoeri (pernafasan) pada ibu, sistem pencernaan ibu hamil dan traktus urinarius. Untuk yang belum baca perubahan fisologis yang lain ada di bagian 1

Perubahan fisiologis pada sirkulasi darah ibu

Volume darah ibu mengalami peningkatan dengan kondisi jumlah sel darah merah menurun dan jumlah plasma darah meningkat atau terjadi semacam pengenceran darah (hemodelusi) terjadi saat umur kelahiran sekitar 16 minggu dan puncaknya saat umur 32 minggu.

Dengan demikian ibu hamil akan mengalami anemia fisiologis, pada ibu hamil dengan riwayat penyakit jantung harus hati-hati karena kerja jantung akan semakin berat sehingga bisa terjadi “decompensasi cordis”. Karena itu ibu hamil harus waspada dan memeriksakan kehamilannya untuk memperoleh tablet Fe (penambah zat besi) dan pemeriksaan kadar hemoglobin minimal satu kali pada trimester III

Perubahan fisiologis pada sistem respiratori (pernafasan)

Untuk dapat memenuhi kebutuhan oksigen (O2) maka paada kehamilan terjadi perubahan sistem respirasi, karena desakan diafragma rahim yang membesar pada umur kehamilan 32 minggu maka ibu hamil akan bernafas lebih dalam dan merasakan keluhan sesak yang akan hilang saat akan terjadi proses persalinan, hal ini disebabkan posisi janin sudah turun untuk persiapan persalinan sehingga desakan diafragma rahim juga turun.

Perubahan fisiologis pada sistem pencernaan

Pengaruh hormon esterogen, pengeluaran asam lambung meningkat menyebabkan :

  • pengeluaran air liur belebihan (hipersalivasi)
  • daerah lambung terasa panas
  • terjadi mual-mual sakit atau pusing kepala terutama di pagi hari (morning sickness)
  • mual (emesis gravitarum) jika berkelebihan sampai mengganggu kehidupan sehari-hari disebut “hiperemesis gravidarum” yang memerlukan perawatan di sara kesehatan. Pada kasus fisiologis (mual muntah) ibu dianjurkanmakan dan minum dengan posi yang kecil tetapi sering
  • hormon progesteron menimbulkan gerak usus berkurang sehingga ibu hamil sering mengeluh konstipasi atau sembelit, dianjurkan asupan makanan tinggi serat dan air dikonsusmsi lebih banyak untuk menghindari konstipasi

Perubahan fisiologis pada kehamilan

Traktus urinarius

Ibu hamil mengalami sering kencing atau buang air kecil, hal ini karena desakan kandung kemih terasa penuh dan timbul keinginan untuk buang air kecil. Terjadinya hemodelusi menyebabkan metabolisme air makin lancar sehingga pembentukan air seni pun akan bertambah, ureter membesar untuk menampung banyak pembentukan urin.

Setelah membaca Perubahan fisiologi sistem genetalia saat kehamilan bagian satu dan dua ini saya sangat berharap terutama pada calon bapak ataupun bapak-bapak yang sedang menunggu istri yang hamil, agar lebih bersabar. Bukan berarti mereka wanita yang sedang hamil ini manja atau ingin diperhatikan secara berlebihan tetapi memang ada sesuatu yang berubah di tubuh mereka. Jika malam, sang istri meminta diantar ke kamar mandi untuk BAK (Buang Air Kecil) berkali-kali ya memang harus sabar, atau bahkan istri yang “ngiler” (mengeluarkan air liur) terus menerus atau kondisi lainnya. Semoga artikel atau cerita saya ini bermanfaat. Amin!

Perubahan fisiologi sistem genetalia saat kehamilan bagian 2. Post by: Dian Prawesty | 4.5
Tags:, , ,

Categories: Kehamilan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *