Ayo waspada hipertensi dalam kehamilan!

Salah satu kondisi yang menyebabkan efek berantai dan tidak diinginkan selama hamil adalah hipertensi pada ibu hamil. Tetapi sebelum kita melangkah lebih jauh, saya akan mencoba menjelaskan secara singkat apa sich hipertensi itu? Hipertensi adalah tekanan darah sekurang-kurangnya 140 mmHg sistolik atau 90 mmHg diastolik pada 2 kali pemeriksaan berjarak sekitar 4 – 6 jam pada wanita yang sebelumnya normotensi. Dari definisi ini bisa difahami bahwa seorang ibu hamil bisa dikatakan hipertensi jika sudah diperiksa minimal 2 dalam rentang waktu 4 – 6 jam.

Bila ditemukan tekanan darah tinggi (lebih dari atau sama dengan 140/90 mmHg) pada ibu hamil, maka ibu hamil perlu pemeriksaan lebih lanjut yaitu pemeriksaan kadar protein urin dengan tes celup urin atau protein urin 24 jam dan selanjutnya seorang dokter sepesialis kandungan atau bidan anda yang menentukan diagnosisnya.

Berdasarkan kejadiannya pada hipertensi pada ibu hamil ini dibedahkan menjadi dua jenis yaitu hipertensi kronik dan hipertensi gestasional. Berikut saya jelaskan singkat tentang definisi hipertensi kronik dan gestasional beserta diagnosisnya. Mohon maaf bagi pembaca yang bukan dari paramedis, ada istilah-istilah yang mungkin belum dikenal yang akan saya sebutkan tetapi tidak akan mengurangi makna dan maksud yang akan saya sampaikan.

waspada hipertensi dalam kehamilan

Hipertensi Kronik

Definisi hipertensi kronik adalah hipertensi tanpa proteinuria yang timbul dari sebelum kehamilan dan menetap setalah persalinan.

Diagnosis hipertensi kronik

  • tekanan darah ≥ 140/90 mmHg
  • sudah ada riwayat hipertensi sebelum hamil, atau diketahui adanya hipertensi pada kehamilan <20 minggu
  • tidak ada proteinuria (diperiksa dengan tes celup urin)
  • tidak disertai keterlibatan organ lain, seperti mata, jantung, dan ginjal

Pada hipertensi pada ibu hamil kronik ini, penurunan tekanan darah ibu akan mengganggu perfusi serta tidak ada bukti-bukti bahwa tekanan darah normal akan memperbaiki keadaan janin dan ibu. Oleh karena itu untuk penangannyannya sebaiknya konsultasi dengan bidan anda atau dokter sepesialis kandungan anda, jangan sampai salah informasi dan penanganan.

Hipertensi Gestasional

definisi hipertensi pada ibu hamil gesstasional adalah hipertensi tanpa proteinuria yang timbul setelah kehamilan 20 minggu dan menghilang setelah persalinan.

Diagnosis hipertensi gestasional

  • tekanan darah ≥140/90mmHg
  • tidak ada riwayat hipertensi sebelum hamil, tekanan darah normal di usia kehamilan <12 minggu
  • tidak ada proteinuria (diperiksa dengan tes celup urin)
  • dapat disertai tanda dan gejala preeklampsia, seperti nyeri ulu hati dan trombositopenia
  • diagnosis pasti ditegakkan pascapersalinan

Pada hipertensi ibu hamil gestasional ini bisa berefek atau berlanjut ke arah preeklampsia ringan dan seterusnya oleh karena itu segera periksa dan konsultasi dengan pihak-pihak terkait. Apa itu preeklampsia? saya telah menulis artikel singkatnya beberapa waktu lalu silahkan baca di web bidananda.com.

Demikian uraian singkat saya tentang hipertensi dalam kehamilan, semoga dengan kita lebih mengenal dan lebih memahami masalah ini, lebih banyak ibu hamil yang tidak sampai terkena akibat fatal dari hipertensi ini. Uraian ini saya ambil dari buku saku pelayanan kesehatan ibu, dan saya berusaha untuk menjelaskan sesingkat-singkatnya dan menghindari istilah-istilah yang membingungkan orang umum. Untuk lebih jelasnya ibu hamil bisa konsultasi dengan dokter spsialis kandungan atau dengan Bidananda.com di contact us. Semoga bermanfaat. Amin!

Ayo waspada hipertensi dalam kehamilan!. Post by: Dian Prawesty | 4.5
Tags:, , ,

Categories: Kehamilan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *