Apakah itu ketuban pecah dini?

Sering sekali kita mendengar ibu bidan mengatakan bahwa ibu hamil ini mengalami ketuban pecah dini, tetapi apakah itu ketuban pecah dini? saya akan sedikit menjelaskan, Ketuban pecah dini adalah keadaan pecahnya selaput ketuban sebelum persalinan atau dimulainya tanda inpartu (satu istilah medis yang mengacu pada keadaan seorang wanita yang sedang ada pada tahap persalinan.Normalnya, selaput ketuban yang membungkus bayi dalam kandungan pecah pada akhir kala I atau awal kala II setelah pembukaan lengkap pada proses persalinan. Namun, ada kalanya kantung ketuban pecah lebih dini, sehingga keluar cairan dalam jumlah banyak melalui liang vagina. Itu bisa terjadi ketika kehamilan belum cukup bulan atau sudah cukup bulan tapi belum ada tanda-tanda persalinan, seperti kontraksi dan pembukaan mulut rahim.

Sebagai pengetahuan kepada ibu hamil, saya akan sedikit memberikan tanda-tanda terjadinya ketuban pecah dini ini yaitu dimulai keluarnya cairan ketuban merembes melalui vagina. Aroma air ketuban ini berbau amis juga tidak seperti bau amoniak (dalam bahasa jawa disebut pesing) cairan ini akan merembes atau menetes dengan warna pucat dan bergaris warna merah. Jika terasa demam, bercak vagina yang banyak, nyeri perut dan denyut jantung janin bertambah cepat maka kemungkinan besar infeksi telah terjadi. Sebaiknya hubungi bidan anda atau dokter spesialis anda untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Ketuban pecah dini atau KPD bisa disebabkan banyak hal diantaranya adalah :

  • Inkompetensi serviks (leher rahim). Inkompetensia serviks adalah istilah untuk menyebut kelainan pada otot-otot leher atau leher rahim (serviks) yang terlalu lunak dan lemah, sehingga sedikit membuka ditengah-tengah kehamilan karena tidak mampu menahan desakan janin yang semakin besar. Adalah serviks dengan suatu kelainan anatomi yang nyata, disebabkanlaserasi sebelumnya melalui ostium uteri atau merupakan suatu kelainan congenital pada serviks yang memungkinkan terjadinya dilatasi berlebihantanpa perasaan nyeri dan mules dalam masa kehamilan trimester kedua atau awal trimester ketiga yang diikuti dengan penonjolan dan robekan selaput janin serta keluarnya hasil konsepsi (Manuaba, 2002).
  • Peninggian tekanan inta uterin
    Tekanan intra uterin yang meninggi atau meningkat secara berlebihandapat menyebabkan terjadinya ketuban pecah dini. Misalnya :

    • Trauma : Hubungan seksual, pemeriksaan dalam, amniosintesis
    • Gemelli, Kehamilan kembar adalah suatu kehamilan dua janin atau lebih. Pada kehamilan gemelli terjadi distensi uterus yang berlebihan, sehingga menimbulkan adanya ketegangan rahim secara berlebihan. Hal ini terjadi karena jumlahnya berlebih, isi rahim yang lebih besar dan kantung (selaput ketuban ) relative kecil sedangkan dibagian bawah tidak ada yang menahan sehingga mengakibatkan selaput ketuban tipis dan mudah pecah. (Saifudin. 2002)
    • Makrosomia adalah berat badan neonatus >4000 gram kehamilan dengan makrosomia menimbulkan distensi uterus yang meningkat atau over distensi dan menyebabkan tekanan pada intra uterin bertambah sehingga menekan selaput ketuban, manyebabkan selaput ketuban menjadi teregang,tipis, dan kekuatan membrane menjadi berkurang, menimbulkan selaput ketuban mudah pecah. (Winkjosastro, 2006)
    • Hidramnion, atau polihidramnion adalah jumlah cairan amnion >2000mL. Uterus dapat mengandung cairan dalam jumlah yang sangat banyak. Hidramnion kronis adalah peningaktan jumlah cairan amnion terjadi secara berangsur-angsur. Hidramnion akut, volume tersebut meningkat tiba-tiba dan uterus akan mengalami distensi nyata dalam waktu beberapa hari saja
  • Kelainan letak janin dan rahim : letak sungsang, letak lintang.
  • Kemungkinan kesempitan panggul : bagian terendah belum masuk PAP (sepalo pelvic disproporsi).
  • Korioamnionitis (infeksi selaput ketuban). Biasanya disebabkan oleh penyebaranorganism vagina ke atas. Dua factor predisposisi terpenting adalah pecahnyaselaput ketuban > 24 jam dan persalinan lama.
  • Penyakit Infeksi, ini adalah penyakit yang disebabkan oleh sejumlah mikroorganisme yang meyebabkan infeksi selaput ketuban. Infeksi yang terjadi menyebabkan terjadinya proses biomekanik pada selaput ketuban dalam bentuk proteolitik sehingga memudahkan ketuban pecah.
  • Faktor keturunan (ion Cu serum rendah, vitamin C rendah, kelainan genetik)
  • Riwayat KPD (ketuban pecah dini) sebelumya
  • Kelainan atau kerusakan selaput ketuban
  • Serviks pendek (leher rahim <25mm) pada usia kehamilan 23 minggu

mengenal ketuban pecah dini

Kemudian pertanyaan terakhir yang mungkin sering ditanyakan oleh ibu hamil maupun keluarga yang mengalami ketuban pecah dini adalah “apa akibat ketuban pecah dini pada janin dan juga ibu hamil?” Berikut jawabannya:

  • Terhadap Janin
    Walaupun ibu belum menunjukan gejala-gejala infeksi tetapi janin mungkin sudah terkena infeksi, karena infeksi intrauterin lebih dahulu terjadi (amnionitis,vaskulitis) sebelum gejala pada ibu dirasakan. Jadi akan meninggikan morrtalitas danmorbiditas perinatal.
  • Terhadap Ibu
    Karena jalan telah terbuka, maka dapat terjadi infeksi intrapartal, apalagi bila terlalu sering diperiksa dalam. Selain itu juga dapat dijumpai infeksi puerpuralis atau nifas, peritonitis dan septikemia, serta dry-labor. Ibu akan merasa lelah karena terbaring di tempat tidur, partus akan menjadi lama, maka suhu badan naik, nadi cepat dan nampaklah gejala-gejala infeksi lainnya

Oleh karena itu dengan mengetahui gejala serta faktor-faktor penyebab ketuban pecah dini serta akibat yang ditimbulkannya, saya menyarakan agar ibu hamil segera memeriksakan ke bidan anda dan juga ke dokter spesialis kandungannya jika merasa terjadi indikasi ketuban pecah dini sebagaimana yang saya uraikan diatas. Semoga tulisan saya singkat ini bisa memberikan tambahan pengetahuan kepada ibu hamil menjelang masa persalinan.

Apakah itu ketuban pecah dini?. Post by: Dian Prawesty | 4.5
Tags:, , ,

Categories: Kehamilan, Persalinan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *